Daftar Blog Saya

Sabtu, 10 Maret 2012

Hari ini urusanku, esok urusan Tuhanku


 Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang

pergi berkeliling negeri

untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang

mendesak.

Sampailah
mereka pada suatu hari di desa Nasrudin.
Orang-orang desa ini
menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang
yang bijak di desa
tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga
orang bijak itu dan
di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa
menonton mereka
bicara.
Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, ”Di
mana sebenarnya pusat bumi ini?”
Nasrudin menjawab, ”Tepat di bawah telapak kaki
saya, saudara.”
”Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?” tanya
orang bijak pertama tadi.
”Kalau tidak percaya,” jawab Nasrudin, ”Ukur saja
sendiri.”
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan
pertanyaan. ”Berapa banyak jumlah bintang yang
ada di langit?”
Nasrudin menjawab, ”Bintang-bintang yang ada di
langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang
tumbuh di keledai saya ini. ”
”Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?”
Nasrudin menjawab, ”Nah, kalau tidak percaya,
hitung saja rambut yang
ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu
kebenarannya. ”
”Itu sih bicara goblok-goblokan,” tanya orang bijak
kedua, ”Bagaimana orang bisa menghitung bulu
keledai.”
Nasrudin pun menjawab, ”Nah, kalau saya goblok,
kenapa Anda juga
mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa
menghitung bintang di
langit ?”
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak
bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya
paling bijak di
antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan
nasrudin dan dengan
ketus bertanya, ”Tampaknya saudara tahu banyak
mengenai keledai, tapi
coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah
bulu yang ada pada ekor
keledai itu. ” ”Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasrudin,
”Jumlah bulu yang
ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah
rambut di janggut
Saudara. ”
”Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?”
tanyanya lagi. ”Oh, kalau
yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut
selembar bulu dari ekor
keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai
rambut dari janggut
saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya
katakan itu benar, tetapi
kalau tidak, saya keliru.”
Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau
menerima cara
menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang
mengelilingi mereka
itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di
antara keempat orang
tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar